cerita inspirasi 2

Nama   : Dyah Ratna Widyaswari

NRP    : F24100126

Laskar  : 28

Tulisan ini aku dedikasikan untuk temanku “Ade Saputra” yang telah menginspirasiku untuk menulis tulisan ini.

Tahun ajaran baru identik dengan kelas baru, seragam baru, guru baru dan pastinya teman baru. Hal itulah yang aku rasakan ketika pertama kali masuk ke dalam lingkungan SMA. Beraneka ragam teman yang aku dapat. Entah itu teman lama yang sudah kenal sebelumnya ataupun teman baru yang baru berkenalan. Salah satunya temanku ini Ade Saputra.

Ade, begitu dia akrab di sapa adalah teman baruku yang berasal dari Padang. Dia selama hidupnya tinggal di Padang. Akan tetepi karena alasan tertentu, keluarganya harus pindah di kotaku Magelang.

Seperti halnya sekolah yang ada kotaku, bahasa daerah yaitu bahasa Jawa merupakan mata pelajaran yang masuk di dalam mata pelajaran umum di sekolah. Bahkan setiap hari selasa warga sekolah di wajibkan berbahasa Jawa. Berhubung Ade berasal dari Padang,tentunya dia kesulitan untuk mengikutinya. Bahasa Jawa tak hanya sekedar kosa kata yang memiliki berbagai tingkatan, atau bentuk kata yang berimbuhan. Tetapi yang terpenting saat itu adalah Aksara Jawa. Aksara Jawa bisa disebut juga huruf Jawa yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Bagi kami yang sudah mempelajarinya sejak kelas 1 SD sering saja mengalami kesulitan, apalagi Ade yang belum pernah belajar sama sekali.

Ketika itu ulangan Bahasa Jawa, ini pertama kalinya untuk Ade mengerjakan ulangan yang bahkan materinyapun mungkin tidak dia mengerti. Tapi dia mencoba mengerjakannya sebisa mungkin. Dan uniknya di akhir kertas ulangannya dia menulis surat kepada guru Bahasa Jawa kami yang isinya :

“Maaf bu, mungkin ulangan kali ini saya mengerjakannya tidak ada yang benar sama sekali. Tapi saya sudah berusaha bu. Bukan maksud ingin di spesialkan di antara teman lain karena saya berasal dari luar Jawa. Tapi saya ingin minta konspensasi dari ibu selama 3 bulan untuk mempelajari huruf Jawa. Saya berjanji di ulangan tengah semester saya bisa lebih baik dari ulangan ini”. Ya begitulah kira-kira surat yang ditulis Ade di akhir ulangan. Walaupun akhirnya diberi konspensasi,ibu guru kami membacakan surat itu di depan kelas hingga membuat semua orang mengejeknya karena tidak percaya Ade dapat melakukannya. Tapi hebatnya tidak ada kata malu dari dirinya. Dia berjanji akan membuktikan kalau dia bisa menaklukan Aksara Jawa dalam waktu 3 bulan.

Akhirnya 3 bulan pun lewat, murid-murid bersiap untuk ulangan tengah semester. Begitu pula Ade yang bersiap menunjukan hasil usahanya selama ini. Setelah 1 minggu ulangan Bahasa Jawa berlangsung, hasilnya pun keluar. Dan hasilnya sungguh hebat. Ade yang selalu mendapat nilai do re mi akhirnya memenuhi nilai untuk tidak remidi walaupun hanya sebatas nilai tuntas. Dan bahkan mereka-mereka yang remidi kebanyakan adalah mereka yang sudah mempelajari aksara Jawa sejak kelas 1 SD.

Disitulah teman saya Ade membuktikan bahwa dari manapun asal kita, kita tak perlu ragu untuk mempelajari budaya lain. Walaupun banyak cercaan yang dilontarkan bukan alasan kita untuk berhenti berusaha dan belajar selagi kita mampu. Bahkan itu semua dapat membuat kita terus termotivasi untuk membuktikan bahwa kita mampu melakukannya. Niat yang kuat dengan diiringi usaha yang maksimal akan menghasilkan hasil yang menakjubkan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cerita Inspirasi 1

Nama   : Dyah Ratna Widyaswari

NRP    : F24100126

Laskar  : 28

Tulisan ini saya dedikasikan untuk adek kelas saya “Fariz Mafazi” yang telah menjadikan pengalaman hidup saya sebagai motivasi dalam hidupnya.

Pada kenyataannya, hidup manusia kadang tidak sesuai dengan keinginannya sendiri. Terkadang mereka perlu mendengarkan orang lain. Ya, masukan, nasihat, dan kisah hidup orang lain mungkin salah satu point yang perlu diperhatikan. Seperti halnya manusia yang pada dasarnya sebagai mahluk sosial yang membutuhkan orang lain, begitu pula adik kelasku ini Fariz yang perlu diberi dorongan.

Bermula dikala itu jam 5 sore sekitar bulan April. dimana aku yang sedang menunggu pengumuman kelulusan di rumah melakukan aktivitas pemalas seperti : bangun-sholat-tidur-bangun-makan-nonton TV-ngenet-makan-tidur lagi.Sore itu aku chat seperti biasanya. List chat di FB ku terjejer beberapa nama. salah satunya :FARIZ MAFAZI. Ya,dia adek kelasku 2 tahun di bawahku .Aku kenal dia karena dulu aku pernah menjadi tentornya. Maka aku pun menyapanya di jendela chat. Kira-kira seperti ini percakapannya :
Aku      : hai deeekkk..

Fariz     : hai mbaakk.hehehe

Aku      : pa kabar??baru Tes Mid ya??

Faris     : iya mbak..tapi masih ada remidi..

Aku      : kok ga belajar??pasti remidimu banyak kan.hahaha

Faris     : ya lumayanlah mbak.hehehe

Aku      : kamu mau masuk jur Ap sih??

Faris : Ya kalo kepingin ma disuruhnya sih IPA mbak. tapi gag yakin bisa masuk..remidiku aja banyak

Aku      : kok gituu..semangat dong.emangnya remidi berapa dek?

Faris     : 10 mbak.banyak kan.

Aku      : hahaha..dulu aku 11..selisih satu lah..

Faris     : kok bisa mbak?hahahahahaha..parah nyaa..

Aku     : hahahaha..dulu waktu kelas 1 SMA aku dalam masa kejahiliyahan dek..haha..Parah banget pokoknya

Faris     : Hahaha..yang bener mbak?

Aku      : bener deh..mau kuceritain apa?

Faris     : mau mbak..mau banget..

Akhirnya dari situlah ceritaku bergulir.

Dulu hidupku pernah mengalami suatu fase yang kadang orang bilang masa “mencari jati diri”. Ketika itu aku duduk di kelas 1 SMA. seperti remaja pada umumnya yang sedang mencari jati diri mereka yang sebenanya dan suka ikut sana-sini. itulah aku. kerjaanku waktu kelas 1 hanya chat dengan HP yang ketika itu sedang jamannya mig33, FSan, tidur di kelas, bikin cerita dengan teman sebangkuku, bolos pelajaran dengan alasan Tugas OSIS, pura-pura sakit padahal karena lupa ngerjain PR, hingga berantem dengan kakak kelas cowok dan seorang temen cewek.

Astagfirullah,rasanya ingin bertobat kalau ingat masa-masa itu. Rasanya aku bener-bener tidak punya kontrol diri. Semua itu berimbas dengan nilai-nilaiku di rapot. Nilai rapotku semester pertama lumayan jelek menurutku. Maklum saja buku aku tak punya, foto copy-an hilang.Tapi aku masih santai-santai saja dan meneruskan jaman kejahiliyahan ku itu.

Hingga suatu saat aku menapet rapot Mid semester semester 2.disana aku shock.nilai yang di tulis Wali kelasku seperti mengejekku. Diantara 17 mapel aku temidi 11 dan semuanya nilai eksak. BK memvonisku untuk susah sekali masuk IPA. Padahal aku ingin sekali masuk jurusan IPA demi masa depanku yang sudah kurancang. Dan saat itu juga aku memutuskan untuk bertobat.

Segala fasilitas yang mungkin akan mengangguku selama 3 bulan kedepan aku buang semua . HP aku matikan, disita ibu tepatnya. rajin berangkat les. Mengurangi kegiatan OSIS, mulai menambah ibadah, intinya aku memulai hidup baru sejak saat itu. Dan akhirnya waktu itupun tiba. Aku masuk ke masa Semesteran. Hari pertama, kedua hingga keempat aku lalui dengan lancar tapi di hari ke5 waktu itu Matematika rintangan menghadangku. Gigiku tumbuh dan bengkak. Benar-benar sakit waktu itu. Aku hanya tidur ketika itu. benar-benear tidak ada tenaga. Ingin nangis rasanya. Tapi gimana lagi, aku pasrah saja waktu itu. Akhirnya hanya beberapa nomor yang bisa ku kerjakan. Beberapa hari kemudian tibalah hari yang dinanti. Pengumuman remidi. Aku benar-benar menunggu datangnya keajaiban waktu itu. Biologi,Fisika bahkan Kimia yang biasanya ulangan harian aku selalu remidipun lewat kala itu. Dan akhirnya Matematika. Ada namaku terpampang disana. Aku pasrah. Yaudahlah ya,mungkin aku jalannya memang bukan di IPA.

Akhirnya hari pembagian rapot tiba. Dan benar aku masuk jurusan IPS. Pasrah aku kala itu, hingga akhirnya seorang kakak kelasku memberitahuku untuk meminta rolling jurusan seperti yang biasa terjadi manakala ada anak IPA yang ingin masuk IPS atau sebaliknya sehigga dapat bertukar tempat. seperti mendapat ilham aku langsung menelpon ibuku yang sudah pulang karena mungkin kecewa denganku. Akhirnyapun ijin ku peroleh. Dengan restu ibu aku mencari wali kelasku untuk mengutarakan keinginanku. Wali kelasku pun hanya bisa mengusahakan tak bisa berjanji. Hingga beliau menghimbauku menunggu kabar selama liburan untuk mengetahui hasilnya.

Masa liburpun tiba. Dikala itu aku berdooa terus kepada Allah SWT. Memohon,tawakal dan berikhtiar berharap ada keajaiban yang akan datang. Buku-buku mata pelajaran IPS sudah hampir terbeli semua. Aku hanya ingin mendapat yang terbaik kala itu dan mencoba menerima semuanya.

Aku masih ingat hari itu hari minggu. Seperti biasa aku sedang tidur siang. Tiba-tiba suara HP membangunkanku. Ternyata SMS dari temanku yang berisi bahwa aku masuk kelas IPA 1. Awalanya aku mengabaikannya. Mungkin itu hanya SMS candaan dari temanku hingga aku memutuskan itu melanjutkan tidurku. Tapi beberapa saat ku tersadar dan membalas SMS itu. Dan ketika balasan SMS itu tiba aku berteriak bahagia memanggil ibuku. Rasanya senang sekali akhirnya aku masuk IPA. Setelah masuk aku bertanya pada wali kelasku kenapa aku akhirnya masuk IPA. Beliau berkata nilaiku ternyata tertinggi di urutan anak IPS yang ingin masuk IPA. Dan kebetulan teman sekelasku ada yang pindah IPS sehingga aku bisa rolling dengannya.

Seperti itukah kira-kira yang aku ceritakan kepada Fariz .Cerita yang belum pernah ku ceritakan dengan adek kelasku yang lain. Disitu aku kasih semangat buat dia.Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berubah dan berusaha. Selagi ada kesempatan kita wajib mencobanya dan jangan lupa buat berdoa. Nasib ditangan Allah tapi manusia perlu berusaha untuk meraihnya dan mendapatkan hasil yang maksimal. Disaat itu pun dia berjanji dia akan berusaha, berubah dan berjuang karena masih ada kesempatan 3 bulan dan dia tidak ingin menyianyiakannya.

Mei, Juni, Juli, Agustus telah terlewati. Semenjak sore itu aku tak pernah berhubungan dengan dia. Kalau aku wall di FB nya sepertinya akan menimbulkan spekulasi aneh, karena kebetulan Fariz adalah salah satu “cowok idola” di sekolahku. Hingga akhirnya suatu hari aku mendapat wall dari dia. Bermula dengan bertanya kabar dan dia akhirnyapun berterima kasih kepadaku. Jujur waktu itu aku bingung kenapa dia tiba-tiba berterima kasih. Akhirnya diapun bercerita kalau selama ini dia mengikuti semua saranku dan belajar dari kisah masa laluku yang membuat dia termotivasi untuk berubah hingga akhirnya sekarang ini dia berhasil masuk IPA. Dia juga bilang kalau dia akan terus menaikkan nilainya agar tidak dianggap beruntung masuk IPA. Rasanya senang sekali menerima keberhasilan adek kelasku itu. Akhirnya di dalam hidupku pernah membuat inspirasi orang lain untuk berubah. Ya, memang setiap keinginan harus dilandasi dengan usaha yang maksimal sehingga mendapatkan hasil yang maksimal pula. Dan apapun hasilnya itu semua merupakan hal yang terbaik yang diberikan Allah SWT untuk kita semua.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

tes

test

Posted in Uncategorized | Leave a comment